Langsung ke konten utama

Postingan

Trip Observasi Mekarbuana: UAS rasa Holiday [Tugas Kuliah]

Hayy guys kali ini aku mau cerita soal Trip Observasi yang dimana ini tuh sebagai tugas UAS Mahasiswa Pendidikan Masyarakat Universitas Singaperbangsa Karawang. Trip Observasi ini merupakan tugas mata kuliah Teori Pembangunan Sosial yang dosennya adalah Pak Ahmad Syahid,S.Pd.,M.Pd., dan trip observasi ini diikuti oleh mahasiswa semester 1 dan semester 5. Semester 1 itu terbagi jadi tiga kelas. Disini semester 5 bertugas sebagai fasilitator, kalau enggak salah sih di mereka itu mata kuliah Strategi Pembangunan Sosial (ya kalo salah maafin ya kak). Ohh ya trip ini berlangsung selama 2 hari 1 malam, pada tanggal 14-15 desember 2018 di Desa Mekarbuana, Tegalwaru, Kabupaten Karawang.                  Di trip observasi ini kami dibagi menjadi beberapa kelompok, rata-rata perkelompok anggotanya 6-7 plus satu pendamping (semester5),   tapi kalau kelompokku itu yang bisa ikut cuma lima orang, satunya lagi dal...

PERGI [Cerpen]

Dulu sekali saat mereka masih kecil, mereka pernah berjanji untuk tidak pergi meninggalkan satu sama lain. Mungkin itu hanya sebatas janji anak kecil yang bahkan mungkin belum sepenuhnya mengerti apa yang mereka janjikan. Tapi salah satu dari mereka masih mengingat janji itu hingga persahabatan mereka sudah menyentuh 13 tahun. Menurut sebuah penelitian, jika persahabatan sudah berlangsung selama 8 tahun maka persahabatan itu akan abadi. Akankah itu akan terjadi pada persahabatan mereka atau mereka akan mengingkari janji yang dibuat. Sore itu langit mendung, mulai tampak ada tetesan air yang jatuh. Rissa hanya bisa terdiam melihat tetesan air yang mulai berubah menjadi semakin deras. Hari ini harusnya hari yang membahagiakan untuknya. Namun memang terkadang apa yang diharapkan tidak selalu bisa terjadi seperti apa yang diharapkan. Sudah sedari tadi Rissa menunggu kedatangan Arka sahabatnya, dari langit masih cerah sampai hujan deras turun. Tepat jam 18.00 sudah waktunya acara se...

TOMORROW [Cerpen]

"Hayy Dev... lama tidak bertemu, maaf aku baru bisa menemuimu, tolong jangan marah. Akhir-akhir ini aku sibuk sekali, untung saja aku masih bisa menemuimu. Apakah sekarang aku boleh merindukanmu? Andai saja saat itu aku tidak mengabulkan permintaanmu" Hembusan angin melewati tubuh perempuan itu, cahaya senja menyinari hampir separuh wajahnya dan membiarkan separuhnya lagi berdiam dalam gelap. Hening mengelilinginya, ia membiarkan dirinya menikmati suasana sore itu. Masih banyak kata-kata yang ingin ia ucapkan, tapi hanya muncul dalam pikiran tanpa sempat ia katakan lalu hilang tenggelam bersamaan dengan matahari yang sudah selesai menampilkan senjanya yang cantik. Dengan nafas berat, akhirnya ia berbicara lagi. "Deva William Aditiya aku merindukanmu". *** Jam menunjukkan pukul tujuh lewat lima belas menit. Andai saja perempuan itu bisa lebih cepat   bangkit dari hibernasi panjangnya, pasti ia tidak akan terjebak dalam situasi seperti sekarang ini. ...